Prof Dedi: Potensi Ekspor dan Bupati yang visioner di Bidang Pertanian akan Menjadikan Bengkayang Model Pertanian Maju di Kalimantan Barat
By Admin

nusakini.com - “Akses pasar harus kita kuasai dan buat, karena peluang ekspor pertanian luar biasa di Bengkayang”. Begitu pembahasan pagi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi bersama Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot membahas peluang ekspor pertanian yang begitu potensial di tanah Bengkayang Kalimantan Barat. (29/08/2019)
Kementan sudah mendorong praktisi perkebunan Lada untuk dapat langsung berkomunikasi dengan eropa. Sekarang sudah jalan sehingga sudah ada ekspor dan mendapat harga yang bagus walaupun kuota masih terbatas. Kuota ekspor terus ditingkatkan. “Kuncinya jangan raw material harus olahan dan pacaking yang bagus”. Ujar Prof. Dedi Nursyamsi.
“Saya cocok dengan program negara sekarang kembali ke asal, Pertanian”. Dengan serius Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengungkapkan. “Suka tidak suka, mau tidak mau kita harus kembali ke tanah”. Ujarnya. Saya suka kembali ke pertanian Kita harus fokus Jangan seperti jaman dulu tanam sedikit, sedikit”.
“Saya sudah siapkan perda kawasan pertanian. kededepan siapapun tidak boleh ganggu”. Tegas Suryadman Gidot. Kita siap bersinergi. Kita siap buat SK bupati mendukung pembangunan petanian ini. Padi, Jagung di Bengkayang harus terus kita tingkatkan luasan dan produksi harus bisa”. Saya setuju pertanian dibantu dengan sisitem. Mulai dari cek lahan sampai tanam produksi sampai pengolahan kemasan dan ke pasar itu pakai sistem.
“Saya senang Prof.Dedi bisa datang di Bengkayang. Kalau bisa kita buat program yang sinergi.Lihat unggulan kita apa ayo kita fokus itu dulu”. Ujar Suryadman Gidot. Menanggapi hal tersebut kepala BPTP Kalimantan Barat Dr. Akhmad Musyafat menyampaikan perencanaan kementerian pertanian melalaui Ditjen. Perkebunan akan membangun nursey atau pembibitan untuk lada skala nasional di Kalbar.
Kita butuh sentra-sentra bibit dan kalau Kementerian Pertanian perlu lahan kita siapkan apa saja. kita sama-sama carikan lokasi. 2000 ha kita bisa sediakan tanam Bersama-sama bisa kita jadikan jadi nursery sampai hutan buah-buahan dan jadi tempat wisata. Sambut Bupati Bengkayang dengan semangat.
Melanjutkan pembahasan tersebut Prof. Dedi memberikan semangat kepada para penyuluh untuk mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) di Balai Penyuluhan Pertanian K Kab. Bengkayang. “Masalah pangan adalah masalah hidup dan matinya suatu bangsa. Karena itu kita harus lakukan upaya yang besar-besaran, radikal dan revolusioner itulah UPSUS Pajale Upaya khusus Padi Jagung Kedelai kita”. Tegas Prof Dedi.
Yang punya tupoksi itu adalah insan pertanian. Kementan, pemprov, pemda, dinas pertanian seluruh penyuluh dan petani itu yang bertugas untuk menyediakan pangan. Tugas yang sangat strategis, sangat mulia. Tidak ada pangan tidak ada republik. Kalau NKRI harga mati berarti swasembada pangan juga tidak bisa ditawar. (prb)